
dengar kami mengawih:
langit tak lagi jernih
buram sana-sini
hilang elok dewi malam
berkawan sepi
tempat ini sempat indah
serangga malam buat rawit
biasa tak kenal kala
berteman lebah, kebut sana-sini
hingga rawi muncul malu-malu
kicau, siul, cicit
tempat ini ramai damai
tak mirip di bawah sana
riuh rendah mesin
apalagi si kaki dua
dulu kanibal
kini hanibal
rakus serakah sampai kubur
sambil berebut-sebut asma tuan
di sini kayangan
alang-alang merisik
membisik asa
rasa secuil
cinanjung, tiga satu oktober 2009
Labels: Coretan Puisi